|
TANGERANG - Proyek Mandi Cuci Kakus ( MCK ), yang di bangun oleh Dinas Lingkungan Hidup dengan anggaran sebesar Rp 540 juta, terkesan mubazir serta tidak dapat di gunakan oleh masyarakat desa Pondok Kelor, kecamatan Sepatan, hal ini diketahui setelah salah anggota DPRD Kabupaten Tangerang meninjau langsung proyek bagi masyarakat miskin tersebut.
Salah seorang anggota Komisi B, Imron Rosadi Lc mengatakan, proyek Pemkab Tangerang yang menelan dana ratusan juta untuk pembuatan MCK bagi warga kecamatan Sepatan itu kondisinya sangat menyedihkan,"Di tempat tersebut tidak disediakan instalasi air bersih untuk keperluan warga yang mau buang air, para warga yang akan menggunakan MCK terpaksa harus menimba serta membawa ember air sendiri," ujarnya.
"Belum lagi, rata - rata MCK yang sudah dibangun kolamnya terdapat kebocoran karena pengerjaannya yang tidak profesional dan cenderung asal jadi saja. Akibatnya MCK jadi kering dan mirip gudang kosong, bahkan ada warga yang memanfaatkan kolam yang kering tersebut untuk menyimpan barang-barang mereka, pemkab juga dalam membangun tidak mengindahkan letak pembangunan MCK yang kebanyakan di belakang rumah pribadi warga dan bukan di tempat umum yang dapat dijangkau warga lain," kata Imron dengan nada kecewa.
Belum lagi di tempat MCK tersebut, kontraktor yang membangun tidak menyediakan penerangan lampu dan bila malam hari suasana menjadi gelap gulita, dirinya juga mempertanyakan kepada pemkab, mau dikemanakan masyarakat, kalau pemkab dalam membangun sesuatu tidak melihat segi manfaat bagi masyarakat, "Jadi jangan salahkan masyarakat sekitar yang melakukan kebiasaan lamanya yaitu Dolbon lagi, " tutur politisi asal PKS itu.
Warga setempat selama ini selain tidak bisa memanfaatkan fasilitas MCK yang di bangun oleh Pemkab, juga warga mengeluhkan tentang buruknya bangunan MCK, "Kami kalau mau memanfaatkan MCK misalnya buang air terpaksa nimba dari sumur warga sekitar sambil nenteng ember air, karena di MCK yang di bangun tidak ada fasilitas air, tuh bapak kan bisa liat sendiri kolamnya saja kering ga ada airmya," ujar Warsi salah seorang warga Rt 05/ 02 yang ditemui.= CR18 Sumber: pakuanraya.com |