|
TIGARAKSA—Kelangkaan pupuk di wilayah Kabupaten Tangerang, khususnya di kecamatan Kresek, memaksa para petani Kresek yang tergabung daiam Kelornpok Bina Usaha Tani, mengajukan proposal bantuan pupuk ke Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tangerang. Namun bukan pupuk urea yang didapatkan. Petani itu malah ditipu salah seorang oknum pegawai Dinas Pertanian bernama Jayadi. Tak ayal uang sebesar Rp 1,4 juta milik petani pun melayang. Salah seorang petani Kresek yang menjadi korban Murta (60 th) yang ditemui Satelit News saat melaporkan penipuan ini ke DPRD Kabupaten Tangerang, mengakui penipuan itu terjadi di bulan Januari 2006. Warga Kampung Andil Rt 004/01 Desa Talok, Kecamatan Kresek ini menceritakan saat itu para petani sangat membutuhkan pupuk urea dan membawa proposal ke BPP PPL Kecamatan Kresek, namun oleh BPP disarankan langsung ke Dinas Pertanian. "Kami masih ingat betul saat datang ke Dinas Pertanian bertepatan dengan HUT Kabupaten 27 Desember," tuturnya. Saat itulah, sambung Murta, ia dan Ustad Suhaemi bertemu dengan Jayadi dan ngobrol ngalur ngidul."Nah si Jayadi menawarkan dan siap mengadakan pupuk dengan harga miring atau 1 ton urea putih seharga Rp 1,3 juta dan 0.5 ton pupuk hitam seharga Rp 775 ribu," tambahnya. Karena sangat membutuhkan pupuk, tanggal 6 Januari 2006, Murta dan Ustad Suhaemi kembali lagi keDinas Pertanian bertemu dengan Jayadi, menyerahkan uang muka pupuk sebesar Rp 1.4 juta. "Saat itu kami berikan uang muka dulu, sisanya jika pupuk telah dikirim akan dilunasi, dan Jayadi setuju dan berjanji seminggu lagi pupuk akan segera dikirim,"ungkap Murta seraya menunjukkan tanda terima atau kwitansi yang ditanda tangani oleh Jayadi. Tapi setelah menunggu lebih kurang satu bulan, pupuk belum datang juga. Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Tangerang, Anugerah yang menerima Murta mengaku telah mengecek ke kepala Dinas Pertanian drh Didi Aswadi yang berjanji akan secepatnya menuntaskan persoalan ini. "Pak Didi sudah saya temui dan ia berjanji akan segera menyelesaikan persoalan ini. Sementara keberadaan Jayadi yang katanya sudah PNS, memang sudah tidak bekerja di Dinas Pertanian lagi," kata politisi asal PKS ini. (Ard) Sumber: Satelit News |