|
Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menilai alokasi belanja publik bagi peningkatan kesehatan masyarakat sebesar Rp 15,4 miliar dinilai masih jauh dari ideal yang telah ditetapkan selama satu tahun Rp 42.000 perorang dikalikan jumlah penduduk sebanyak 3,3 juta jiwa. Bila dana yang tersedia cuma Rp 15,4 miliar, berarti dana kesehatan bagi masyarakat Rp 15.000. TANGERANG, TRIBUN Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dr Hani Herianto mengungkapkan, lemahnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat juga disebabkan anggaran APBD untuk kesehatan masih sangat rendah. Kata Hani, idealnya, bila jumlah penduduk Kabupaten Tangerang sebanyak 3,3 juta jiwa dengan alokasi dana kesehatan Rp 42.000 berarti dana yang disediakan sebesar Rp 138,6 miliar. "Pada tahun ini, anggaran untuk kesehatan hanya sebesar Rp 46 miliar. Anggaran yang diperuntukan belanja publik sebesar Rp 15,4 miliar, sedangkan sisanya dialokasikan belanja pegawai," terang Hani ditemui Tangerang Tribun di ruang kerjanya kemarin. Idealnya kata Hani, anggaran yang dikeluarkan untuk kesehatan harus sesuai dengan jumlah penduduk. Jika mengacu pada standar WHO atau lembaga kesehatan dunia, anggaran yang dikeluarkan pertahun sebesar Rp 42.000 per orang selama satu tahun. "Jadi jika jumlah penduduk Kabupaten Tangerang sekitar 3,3 juta, tinggal dikalikan saja Rp 42.000 atau sama dengn Rp 138,6 miliar," katanya. Masih dalam kaitan peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, Dinas Kesehatan akan memberikan kendaraan sepeda motor kepada 40 pusat kesehatan masyarakat puskesmas. Masing-masing Puskesmas diberikan 2 unit hingga 3 unit sepeda motor. Dalam kaitan ini sambung Hani, program pemberian kendaraan roda dua diperuntukan bagi puskesmas keliling. Motor-motor tersebut berasal dari bantuan dari Departemen Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Dari Depkes berjumlah 64 unit, sedangkan Pemkab Tangerang 40 unit. "Pada bulan Februari lalu, sudah sebanyak 40 unit telah dibagikan ke 40 Puskesmas. Dan sisanya akan dibagikan pada bulan Mei mendatang. Sekarang ini motornya ada di Dinkes. Karena surat-suratnya belum lengkap, maka kami belum berani membagikan," pungkasnya. Puskesmas keliling merupakan program pelayanan kesehatan dengan cara berkeliling ke kam-pung-kampung yang lokasinya jauh dari puskesmas. Selama ini kata Hani, kesulitan masyarakat untuk menjangkau pusat kesehatan yang berada di sekitar tempat tinggal mereka karena tidak terjangkau. (jar)
Sumber: Tangerang Tribun |