|
Komisi B DPRD Kabupaten Tangerang yang membidangi kesehatan menyarankan supaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, lebih serius memperhatikan nasib penderita gizi buruk. Dewan memandang Pemkab masih kurang perhatian terhadap warga gizi buruk. Hal itu terbukti tingginya jumlah penderita gizi buruk di Kabupaten Tangerang masih besar. "Saya nilai begitu, kepedulian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat masih kecil," kata Ketua Komisi B Drs Anugrah kepada Tangerang Tribun, di kantornya, kemarin. Ia menyebut mutu pelayanan Puskesmas yang terhadap masyarakat masih sebagai salah satu bukti kurangnya perhatian di sektor kesehatan. Dari sekitar 40 Puskesmas yang ada di Kabupaten Tangerang, yang benar-benar representatif dan layak untuk memberikan pelayanan kesehatan masyarakat hanya 10 persen saja. Itu pun, sambung Anugrah, jika ditinjau kembali dari sisi lokasi, banyak yang terbilang tidak representatif dari jumlah penduduk Kabupaten Tangerang yang mencapi 3,3 juta jiwa. Ketika komisi B melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas pembantu di Desa Bojong Nangka Kecamatan Legok, prihatin mendengar informasi Puskesmas berdiri di atas tanah sengketa. "Terlebih di Puskesmas ini sudah tujuh kali kehilangan alat-alat USG, obat-obatan. Coba bayangkan saja, obat-obatan saja bisa hilang. Yang sedihnya lagi, saat ini tidak ada kendaraan operasional," kata Anugrah. Tahun 2006 Pemkab telah menganggarkan Rp 46 miliar, anggaran tersebut untuk belanja publik sebesar Rp 15,4 miliar. Tentu saja anggaran tersebut, sambung Anugrah, masih sangat jauh dari ideal. Agar pelayanan kesehatan terhadap masyarakat dapat meningkat, Komisi B dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang akan membuat program peningkatan puskesmas pembantu (Pustu). Pustu ini rencananya akan menjangkau hingga ke pelosok perkampungan."Ya seperti pos yandu,"ucapnya. (jar)
Sumber: Tangerang Tribun |