Shubuh: 4:45 A.M. | Dzuhur: 12:00 P.M. | 'Asar: 3:22 P.M. | Maghrib: 5:55 P.M. | 'Isya': 7:05 P.M.
Home
Profil
Berita
Parlementaria
Opini
Liputan Media
Aktifitas
Kaderisasi
Tangerang
Search
Links
Hubungi Kami
Login
Jajak Pendapat
Menurut Anda, bagaimana Kualitas Pembangunan Fisik di Kabupaten Tangerang saat ini?
 
Statistics
Anggota: 233
Berita: 583
WebLink: 14
Pengunjung: 658114
Banners

Parlementaria - Drs. Anugrah, MM (DPRD Kab Tangerang)
Sabtu, 08 April 2006 | Ditulis oleh redaksi | 1289 Klik
Perhatian Kesehatan Rendah Cetak E-mail

Komisi B DPRD Kabupaten Tangerang yang membidangi kesehatan menyarankan supaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, lebih serius memperhatikan nasib penderita gizi buruk.

Dewan  memandang  Pemkab masih kurang perhatian terhadap warga gizi buruk. Hal itu terbukti tingginya jumlah penderita gizi buruk di Kabupaten Tangerang masih besar. "Saya nilai begitu, kepedulian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat masih kecil," kata Ketua Komisi B Drs Anugrah kepada Tangerang Tribun, di kantornya, kemarin.

Ia menyebut mutu pelayanan Puskesmas yang terhadap masyarakat masih sebagai salah satu bukti kurangnya perhatian di sektor kesehatan. Dari sekitar 40 Puskesmas yang ada di Kabupaten Tangerang, yang benar-benar representatif dan layak untuk memberikan pelayanan kesehatan masyarakat hanya 10 persen saja.

Itu pun, sambung Anugrah, jika ditinjau kembali dari sisi lokasi, banyak yang terbilang tidak representatif dari jumlah penduduk Kabupaten Tangerang yang mencapi 3,3 juta jiwa.

Ketika komisi B melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas pembantu di Desa Bojong Nangka Kecamatan Legok, prihatin mendengar informasi Puskesmas berdiri di atas tanah sengketa. "Terlebih di Puskesmas ini sudah tujuh kali kehilangan alat-alat USG, obat-obatan. Coba bayangkan saja, obat-obatan saja bisa hilang. Yang sedihnya lagi, saat ini tidak ada kendaraan operasional," kata Anugrah.

Tahun 2006 Pemkab telah menganggarkan Rp 46 miliar, anggaran tersebut untuk belanja publik sebesar Rp 15,4 miliar. Tentu saja anggaran tersebut, sambung Anugrah, masih sangat jauh dari ideal.

Agar pelayanan kesehatan terhadap masyarakat dapat meningkat, Komisi B dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang akan membuat program peningkatan puskesmas pembantu (Pustu). Pustu ini rencananya akan menjangkau hingga ke pelosok perkampungan."Ya seperti pos yandu,"ucapnya. (jar)

Sumber: Tangerang Tribun 

 
  Untuk tampilan terbaik gunakan Mozilla Firefox
  Hubungi Kami:
© 2006-2008 DPD PK Sejahtera Kabupaten Tangerang  
Jl. Puspiptek Raya No 8 - Setu - Tangerang 15413