|
9 Februari menjadi hari bersejarah bagi Arif Wahyudi dan Unggul Hidayati. Pada tanggal tersebut di tahun 1992, keduanya melepas masa lajang. Masa-masa indah pacaran dilaluinya setelah keduanya resmi jadi suami-istri.
Laporan: Susilo JARAK dan waktu nampaknya bukanlah kendala bagi Arif dan Hidayati untuk merajut cinta. Meskipun baru kenal, keduanya memutuskan untuk menikah. Dan, setelah menikah keduanya memutuskan untuk berpisah. Ya, berpisah untuk sementara, karena Hidayati harus menyelesaikan kuliahnya dan tinggal di Surakarta, Solo. Sementara Arif harus bekerja dan menetap di Semarang. Jarak tidak menjadi kendala bagi keduanya. Bahtera rumah tangganya makin hangat ketika bumbu kerinduan memberikan cita rasa manis di dalamnya. "Ketika berpisah sementara, membuat kerinduan saya semakin menjadi. Dia harus menyelesaikan kuliahnya, sementara saya harus bekerja. Untuk menjaga komunikasi, selain lewat telpon, setiap malam minggu saya juga ngapel ke Surakarta," tuturnya. Hampir lima bulan dirinya berpisah dengan isteri tercinta. Tepat bulan Juli, Hidayati menyelesaikan kuliahnya. Kerinduan yang lama terpendam, menjadikan hubungan suami-istri ini bagai sepasang muda-mudi yang lagi kasmaran. Arif langsung memboyong Hidayati ke rumahnya di Semarang. Bahtera rumah tangganya semakin kokoh dan harmonis ketika kehadiran putri pertamanya Dini Hanifah yang lahir 13 Desember 1992. "Jadi ada yang diemong, berbeda dengan ketika masih berdua. Kita mulai belajar menjadi orang tua yang baik," ungkapnya. Hampir tiga tahun Arif menetap di Semarang, hingga akhirnya hijrah ke Kota Seribu Pabrik. Di sini, Arif melanjutkan jihadnya menimba ilmu di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Setelah selesai kuliah, Arif membeli rumah di dekat Komplek Meteorologi Geofisika, Jurang Mangu. Dan, di sanalah Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang ini membina rumahtangga yang sakinah, mawadah, warohmah. (***) Sumber: Satelit News |