|
TIGARAKSA - Rencana pembangunan Tol Serpong-Balaraja untuk membuka akses bagi masyarakat di wilayah barat dan tengah Kabupaten Tangerang terancam batal dilakukan tahun 2009 ini.
Pasalnya, hingga kini Departemen Pekerjaan Umum (DPU) belum memberikan persetujuan melalui surat keputusan (SK) terkait rencana pembangunan jalan bebas hambatan ini. Padahal, analisa tol tembus Serpong-Balaraja sudah disiapkan Pemkab Tangerang yakni, foto udara terhadap jalur-jalur yang akan disiapkan. Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Tangerang Dedy Sutardi mengatakan, pihaknya hingga kini terus melakukan lobi ke Departemen PU dan Menteri PU terkait masalah ini. Kendati SK belum turun, namun dirinya optimistis proyek tol tembus Serpong-Balaraja dapat segera terealisasi.
“Setidaknya tahun 2010 awal, kita sudah bisa mulai pembangunannya. Karena pada dasarnya Menteri PU sangat respons dengan rencana ini,” ujar Dedy, Rabu (30/9). Ia mengatakan, pembangunan tol ini akan menghabiskan lahan sepanjang 32 kilometer. Saat ini, Pemkab Tangerang sudah membuat rencana detail enginering desain (DED) serta menyiapkan lahan jalur tol tembus tersebut.
Dikatakan, jalur itu akan melewati beberapa wilayah di Kabupaten Tangerang, seperti Kecamatan Legok, Panongan, Jambe, Tigaraksa, Solear dan Kecamatan Cikupa. “Ajuan tol ini berdasarkan Perpres Nomor 67,” tegas
Menurutnya, tol tersebut salah satu langkah untuk mengatasi kemacetan di wilayah Balaraja dan Bitung dan sekaligus mempermudah akses kendaraan hilir mudik bagi truk-truk besar milik perusahaan.
Sumber : Radar Banten |