|
SAAT Menteri Senior Singapura, Lee Kuan Yeuw, berkunjung ke Indonesia, Zulkieflimansyah memanfatkan kesempatan baik ini. Mendampingi Ketua MPR Rl Dr. Hidayat Nurwahid, pada pertemuannya di Hotel Grand Hyat (27/2) lalu, Zul— sapaan akrabnya—mengkritisi sanjungan Mr. Lee atas membaiknya perekomian Indonesia. Usai menyatakan kekagumannya pada tim ekonomi kabinet SBY-JK, Zul cepat-cepat mengoreksi tokoh gaek berpengaruh di Singapura itu. Secara makro, kata Zul, kondisi perekonomian Indonesia memang lumayan. Namun, lanjutnya, kondisi itu belum menyentuh masalah yang substansial. "Masih banyak yang perlu diperbaiki pemerintah," katanya. Ekonom jebolan University of Strathclyde, Glasgow, Inggris, ini memberikan hal-hal yang ia maksudkan seperti mengenai ketegasan peraturan tentang ketenagakerjaan, investasi, serta jenjang hubungan pemerintah pusat dan daerah. Staf pengajar FEUI ini juga mengungkapkan bahwa meski makro ekonomi adalah satu variabel yang penting, namun belum menjadi pemecah masalah yang sudah akut di Indonesia. "Makronya bagus untuk menciptakan lingkungan, tapi pelaku usahanya juga perlu diberdayakan," papar Zul. Zul menambahkan, selain pemerintah harus memperhatikan iklim usaha kecil dan menengah, kondisi yang baik ini seharusnya dioptimalkan untuk memberantas korupsi. "Harusnya pemerintah menggunakan kesempatan baik ini untuk berusaha keras memberantas korupsi sampai tuntas," tegasnya. Pernyataan Zul yang tanpa sungkan-sungkan itu membuat rombongan Lee Kuan Yeuw keder. Salah seorang di antaranya memberi tanda isyarat supaya perbincangan tentang masalah yang dikemukakan Zul "diteruskan" lain waktu. Demi menghargai tamu, Zul akhirnya menyetujui permintaan mereka. (Mohamad Yusuf) Sumber: Majalah Saksi |