Shubuh: 4:35 A.M. | Dzuhur: 11:51 A.M. | 'Asar: 3:08 P.M. | Maghrib: 5:53 P.M. | 'Isya': 6:59 P.M.
Home
Profil
Berita
Parlementaria
Opini
Liputan Media
Aktifitas
Kaderisasi
Tangerang
Search
Links
Hubungi Kami
Login
Jajak Pendapat
Menurut Anda, bagaimana Kualitas Pembangunan Fisik di Kabupaten Tangerang saat ini?
 
Statistics
Anggota: 234
Berita: 583
WebLink: 14
Pengunjung: 671038
Banners

Jumat, 13 Maret 2009 | Ditulis oleh Kusnadi | 336 Klik
Prof Dr Ahmad Syafii Ma'arif
Politisi Kok Broker!
Cetak E-mail
Jakarta - Saat ini aksi saling peras antara partai dan rakyat sudah tak terhindarkan lagi. Hal ini sudah menjadi tontonan sehari-hari. Pernyataan ini di acara diskusi bertajuk "Peran Agama dalam Membangun Budaya Politik yang Damai dan Berintegritas" di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta (11/3).

 Cendikiawan Muslim itu mengatakan tontonan ini terjadi karena perilaku politisi sudah tidak bisa diteladani rakyat. Keseharian perilaku elite politik dipahami oleh rakyat sebagia perilaku kelompok broker. "Kemiskinan bukanlah semata-mata salah rakyat tapi terlebih disebabkan pemimpin."

Demokrasi yang berjalan sekarang ada harus diperbaiki agar dapat melahirkan pemimpin yang berpikir negarawan. "Yang muncul sekarang adalah penguasa yang berpikir instan dan mengutamakan kepentingan sesaat. Oleh karena itu, politisi harus pasang telinga tipis dan sensitif, jangan jadi broker."

Sumber: Satelit News

 
  Untuk tampilan terbaik gunakan Mozilla Firefox
  Hubungi Kami:
© 2006-2008 DPD PK Sejahtera Kabupaten Tangerang  
Jl. Puspiptek Raya No 8 - Setu - Tangerang 15413