Shubuh: 4:37 A.M. | Dzuhur: 11:53 A.M. | 'Asar: 3:11 P.M. | Maghrib: 5:54 P.M. | 'Isya': 7:00 P.M.
Home
Profil
Berita
Parlementaria
Opini
Liputan Media
Aktifitas
Kaderisasi
Tangerang
Search
Links
Hubungi Kami
Login
Jajak Pendapat
Menurut Anda, bagaimana Kualitas Pembangunan Fisik di Kabupaten Tangerang saat ini?
 
Statistics
Anggota: 234
Berita: 583
WebLink: 14
Pengunjung: 669363
Banners

Jumat, 14 September 2007 | Ditulis oleh Ardien Ibrahimovic | 1017 Klik
Selebaran Gelap Berisi Black Campaign Mulai Marak Cetak E-mail
PKS Minta Aparat Kepolisian Turun Tangan

TIGARAKSA - Kubu Partai Keadilan Sejahtera (PKS), pengusung pasangan balon bupati Jazuli Juwaini-Hj Airin Rachmi Diany, sejak beberapa hari terakhir merasa gerah. Pasalnya, banyak beredar selebaran gelap di tengah masyarakat yang berisi fitnah dan mengandung muatan adu domba antara PKS dengan umat Islam lainnya.

Parahnya, selebaran yang hanya satu halaman itu menggunakan kop surat DPP PKS. Hanya saja, dalam selebaran itu tidak tercantum tanggal dikeluarkan, tanda tangan, dan stempel resmi. Selain itu, susunan kalimat dan hurufnya juga tidak lazim dan banyak yang salah.

Dalam selebaran itu disebutkan bahwa PKS adalah penganut faham wahabi. Kemudian, disebutkan juga, PKS menyatakan bid'ah dan khurafat terhadap kegiatan ibadah, seperti doa qunut pada waktu shalat Subuh, menyelenggarakan peringatan maulid Nabi Muhammad, melakukan ziarah kubur, dan membaca tawasul dan tahlil.

Kepala Bidang Humas DPD PKS Kabupaten Tangerang HM Sutoni yang menanggapi selebaran itu menyatakan bahwa itu adalah palsu. Menurut dia, tidak pernah DPP PKS mengeluarkan pernyataan seperti itu. “Ini lagu lama. Biasalah dilakukan oleh orang-orang yang tidak suka dengan PKS,” kata Sutoni, Kamis (13/9).

Dia mengatakan, selebaran berisi fitnah itu sebetulnya sudah muncul sejak lama. Pertama kali selebaran itu diketahui di Bogor. Lalu di Pilkada DKI Jakarta. Kata dia, tujuannya adalah satu yaitu mengadu domba masyarakat supaya benci dengan PKS.

“Hari ini (Jumat-red) kami akan lapor polisi dan meminta aparat keamanan menghentikan penyebaran selebaran ini. Karena kalau dibiarkan bisa menimbulkan perpecahan, apalagi sekarang bulan Ramadhan waktunya kita untuk beribadah dengan tenang,” katanya.

Sutoni menjelaskan, PKS dari dulu hingga sekarang selalu menghargai perbedaan, terutama di kalangan umat Islam dalam menerapkan kegiatan peribadahan. PKS tidak pernah melarang atau mengharamkan doa qunut, tahlil, atau pun memperingati maulid Nabi Muhammad yang banyak dilakukan sebagian umat Islam.

“Kader PKS banyak yang warga NU. Jadi tidak ada rumusnya kami anti terhadap kegiatan semacam itu (tahlil, qunut, ziarah kubur- red). Bagi kami perbedaan penafsiran itu hal yang biasa,” jelas Sutoni.
sumber :radarbanten.com
 
  Untuk tampilan terbaik gunakan Mozilla Firefox
  Hubungi Kami:
© 2006-2008 DPD PK Sejahtera Kabupaten Tangerang  
Jl. Puspiptek Raya No 8 - Setu - Tangerang 15413