Shubuh: 4:45 A.M. | Dzuhur: 12:00 P.M. | 'Asar: 3:22 P.M. | Maghrib: 5:55 P.M. | 'Isya': 7:05 P.M.
Home
Profil
Berita
Parlementaria
Opini
Liputan Media
Aktifitas
Kaderisasi
Tangerang
Search
Links
Hubungi Kami
Login
Jajak Pendapat
Menurut Anda, bagaimana Kualitas Pembangunan Fisik di Kabupaten Tangerang saat ini?
 
Statistics
Anggota: 233
Berita: 583
WebLink: 14
Pengunjung: 658144
Banners

Kamis, 21 September 2006 | Ditulis oleh Ardien Ibrahimovic | 1479 Klik
Zulkieflimansyah-Marissa Haque Tampil di Tabligh Akbar Cetak E-mail
CIPUTAT -- Duet calon gubernur dan wakil gubernur dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Zulkiflimansyah-Marissa Haque Fawzi, Sabtu (16/9), hadir dalam tablig akbar di Jalan Musyawarah, Kelurahan Sawah Lama, Kecamatan Ciputat, Tangerang, Banten. Ratusan ibu-ibu majelis taklim dengan antusias hadir dan bertemu langsung pasangan yang difavoritkan dapat memimpin Banten itu.

Icha, sapaan akrab Marissa Haque, menjadi pusat perhatian. Maklum, sebelumnya ia dikenal sebagai artis kondang dan anggota Fraksi PDIP DPR. Namun, istri rocker dan pengusaha property Ikang Fawzi itu, terpaksa lebih awal meninggalkan arena tabligh akbar karena harus mengikuti ujian program doktornya di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Icha sempat menyampaikan komitmennya jika terpilih ikut memimpin Banten. Antara lain, ingin membenahi masalah lingkungan dan persampahan. Sedangkan Zulikflimansyah kepada wartawan mengungkapkan, kunjungannya tersebut sebagai langkah interaksi dengan masyarakat. Ia melihat, masyarakat sudah lama kurang terurus oleh Pemerintah Provinsi Banten. ''Para pemimpin terlalu asyik ingin melanggengkan kekuasannya. Tapi jurang ekonomi dan sosial menganga tajam,'' ujarnya.

Masyarakat, menurut Zul, sebenarnya tidak butuh janji muluk. Mereka hanya ingin pemimpin yang kredibel, rendah hati, dan penuh perhatian dalam mengatasi persoalan pembangunan.

''Isu yang paling mendasar adalah persoalan pengangguran akibat dunia usaha tidak melihat Banten sebagai lingkungan yang kondusif untuk investasi. Maka, tantangan terbesar buat Pemprov Banten ke depan, siapapun yang menjadi gubernur, harus menghapus pungutan-pungutan yang tidak perlu dan menimbulkan ekonomi biaya tinggi,'' tutur Zul.

Soal infrastruktur, lanjut Zul, banyak jalan sudah sangat rusak. Di sini memerlukan transparansi anggaran dan menghapus monopoli dalam pengerjaan proyek pemerintah untuk mendapatkan hasil yang maksimal, efisien, dan tahan lama.

Pemimpin juga perlu berendah hati terhadap kalangan ulama dan pemuka agama lainnya. Apalagi Banten merupakan pusat agama Islam dengan jumlah pesantren terbanyak di dunia. Tanpa mendengar masukan dari pemuka agama, bagi dia, susah untuk Banten melakukan perubahan.

''Tidak ada keinginan dari kami untuk menghimpun kekayaan atau sekadar gagah-gagahan dengan menjadi pemimpin. Tapi betul-betul untuk mengabdi kepada kepentingan masyarakat,'' kata Zul sambil berharap Pilkada Gubernu Banten 2006 berlangsung jujur dan adil.

Ketua DPC PKS Ciputat, Aswadin, mengemukakan, tablig akbar itu merupakan salah satu bentuk sosialisasi cagub dan cawagub di daerah Banten. ''Kebetulan waktunya bertepatan dengan menjelang kedatangan bulan suci Ramadhan. Kami sangat berharap memiliki pemimpin dari kalangan muda yang sangat dinamis,'' ujarnya.

Sumber : republika.co.id

 
  Untuk tampilan terbaik gunakan Mozilla Firefox
  Hubungi Kami:
© 2006-2008 DPD PK Sejahtera Kabupaten Tangerang  
Jl. Puspiptek Raya No 8 - Setu - Tangerang 15413