Shubuh: 4:43 A.M. | Dzuhur: 12:04 P.M. | 'Asar: 3:07 P.M. | Maghrib: 6:10 P.M. | 'Isya': 7:17 P.M.
Home
Profil
Berita
Parlementaria
Opini
Liputan Media
Aktifitas
Kaderisasi
Tangerang
Search
Links
Hubungi Kami
Login
Jajak Pendapat
Menurut Anda, bagaimana Kualitas Pembangunan Fisik di Kabupaten Tangerang saat ini?
 
Statistics
Anggota: 229
Berita: 583
WebLink: 13
Pengunjung: 612245
Banners

Tangerang - Lingkungan
Rabu, 14 Juni 2006 | Ditulis oleh Administrator | 1115 Klik
Dicap Terkotor, Ismet Nyantai Cetak E-mail

CURUG – Meski wilayahnya dicap sebagai salah satu kota terkotor versi Kementrian Lingkungan Hidup (KLH), Bupati Tangerang Ismet Iskandar tampak santai. Ismet tak menampakkan sikap terkejut ketika mengetahui hal itu. Ismet mengakui realitas tersebut. Karenanya, ia akan segera mengubah predikat kota terkotor itu menjadi kota bersih.

Ismet mengatakan, predikat kota terkotor itu disebabkan tingginya volume sampah yang tidak sebanding dengan jumlah armada angkutan sampah dan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah yang hanya ada di Kecamatan Mauk.

Penyebab lain, masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam memelihara kebersihan lingkungannya masing-masing. “Tadi pagi (kemarin-red) saya langsung telepon kepala dinas kebersihan untuk segera melakukan langkah untuk hal ini,” ujar Ismet usai mengumpulkan para camat dan kepala desa di Gedung Pudiklat Pemkab Tangerang, di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Selasa (13/6).

Di tempat ini, selain bersilaturahmi dengan para camat dan ratusan para kepala desa, Ismet pun memerintahkan aparat kecamatan dan desa itu agar menggerakkan warganya untuk melakukan kerja bakti dan gotong royong mem-bersihkan sampah di lingku-ngannya masing-masing.

“Semua harus bantu. Gerakkan warganya untuk gotong royong. Sudah tahu kan, kita dapat gelar juara? Ya, juara kota terkotor,” ungkap Ismet yang disambut geer para camat dan kepala desa.

Menyinggung minimnya armada angkutan sampah dan jumlah TPA yang hanya satu, Ismet mengaku akan memaksimalkan armada angkutan yang ada. “Soal TPA yang hanya satu, saat ini kita sedang berpikir. Kita berencana melakukan pengolahan sampah dengan teknologi tinggi,” katanya. Pihaknya juga akan bekerja sama dengan daerah lain, seperti DKI Jakarta.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Arif Wahyudi mengaku malu dengan predikat yang disandang Kabupaten Tangerang. “Memalukan dan mengejutkan. Ternyata prestasi kita seperti itu,” ungkap Arif. (dai)

Sumber: radarbanten.com  

 
  Untuk tampilan terbaik gunakan Mozilla Firefox
  Hubungi Kami:
© 2006-2008 DPD PK Sejahtera Kabupaten Tangerang  
Jl. Puspiptek Raya No 8 - Setu - Tangerang 15413