|
Parlementaria -
Drs. Anugrah, MM (DPRD Kab Tangerang)
|
|
Rabu, 10 Mei 2006
| Ditulis oleh Administrator
| 947 Klik
|
Semua Bangunan Sudah Berusia Tua
15 SD di Kecamatan Kresek Rusak Parah |
|
|
|
Sebanyak lima belas Sekolah Dasar Negeri (SD) di Kecamatan Kresek mengalami kerusakan cukup parah. Akibatnya ribuan siswa yang belajar di sekolah tersebut menumpang belajar di sekolah lain.
KRESEK—Dari lima belas SD yang mengalami rusak parah itu, delapan diantaranya sudah masuk dalam daftar rencana APBD 2007 mendatang, sedangkan tujuh lainnya belum diketahui akan masuk anggaran tahun kapan.
Ketujuh SD yang belum diketahui kapan rencana rehabilitasinva yaitu SD Kandangwati II (3 lokal), SD Rancagede (3 lokal), SD Kedaung I (3 lokal), SD Tamiang (4 lokal), SD Cipaeh I (3 lokal). SD Cipaeh III (3 lokal) dan SD Tinggulun (4 lokal).
Menurut Camat Kresek, Muhammad Idris keseluruhan SD yang rusak itu merupakan sekolah yang dibangun sejak tahun tujuh puluhan, dan belum pernah diperbaiki. "Jadi semuanya sudah berusia tua."ujar Idris, Senin (8/5).
Akibat kerusakan yang dialami, kata Idris ribuan siswa disekolah tersebut terpaksa menumpang belajar disekolah lain. Mereka secara bergantian belajar pada siang hari. Dan, menurut Idris, hal itu berdampak pada kurang efektifnya proses belajar mengajar.
Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Tangerang, Anugrah yang meninjau langsung ke lokasi SD rusak mengaku cukup prihatin dengan kondisi itu. Ia pun mengharapkan agar Pemerintah Kabupaten Tangerang lebih serius lagi dalam memperhatikan bidang pendidikan dengan mengalokasikan anggaran yang lebih besar pada sektor ini. "Artinya fasilitas sekolah itu juga perlu dibenahi. Sebab bagaimana akan mewujudkan pendidikan yang berkualitas tanpa dibarengi sarana dan prasarana yang layak," ujarnya.
Sementara itu dari pengamatan Satelit News, bangunan SD yang mengalami kerusakan mayoritas terjadi pada bangunan atap. Rangka kayu sebagai tempat penyangga genteng banyak yang ambrol ke tanah. Sementara gentengnya sendiri jatuh berserakan. Dengan kerusakan yang dialami itu, masyarakat setempat sering menyebutnya sebagai sekolah yang tinggal pondasinya saja.(rif)
Sumber: Satelit News |