|
Statistics |
Anggota: 233
Berita: 583
WebLink: 14
Pengunjung: 658142
|
|
|
Banners |
|
|
|
Opini
|
|
Rabu, 12 April 2006
| Ditulis oleh Administrator
| 2559 Klik
|
Arif Wahyudi, Ak. – Koordinator Komisi D DPRD Kabupaten Tangerang
Transparansi Lelang
|
|
|
|
Bila kita menelaah Tata Pemerintahan Yang Baik (Good Governance), kita akan menemukan sepuluh prinsipnya yaitu: Akuntabilitas (the obligation to answer – kewajiban untuk memberikan jawaban), Efisiensi dan Efektifitas, Partisipasi, Wawasan ke Depan, Transparansi, Profesionalisme, Penegakan Hukum, Daya Tanggap, Kesetaraan, dan Pengawasan. Kesepuluh prinsip ini diserap dalam Rencana Strategis Daerah (Renstrada) 2003 – 2008 kita, tersurat dalam dokumen Arah Kebijakan Umum (AKU) tahunan, dan dinyatakan dalam pidato/pernyataan Pemerintah Daerah. Namun apakah prinsip-prinsip yang indah tersebut telah benar-benar teraplikasi? Jujur harus kita akui, dalam lingkup kita Good Governance belum teraplikasi secara baik. Hasil pembangunan hingga tahun 2005 menunjukkan kualitas yang rendah dalam gelaran jalan-jalan kita. Kekecewaan masyarakat dan pengakuan pejabat dengan mudah mengerucutkan kesimpulan tidak akuntabelnya pembangunan sektor ini. Padahal aturan tentang pengadaan barang/jasa Pemerintah sudah baik (keppres 80 tahun 2003), dan terus direvisi (diperbaiki) untuk meningkatkan ketajamannya dalam pencapaian maksud dan tujuan aturan ini. Fenomena ketidaktahuan, atau apa? |
|
|
Opini
|
|
Rabu, 05 April 2006
| Ditulis oleh Administrator
| 1325 Klik
|
Arif Wahyudi - Wakil Ketua DPRD Kab Tangerang
Ketika Musim Belanja Tiba
|
|
|
|
Setelah beberapa tahapan dilalui, akhir April atau maksimal awal Mei ini daftar belanja dalam APBD 2006 siap dilaksanakan. Daftar belanja ini beraneka ragam, mulai dari belanja untuk kebutuhan alat tulis kantor, perjalanan dinas, pemeliharaan kantor, hingga belanja modal seperti pembangunan gedung sekolah dan pembangunan jalan Tentu kita, masyarakat Tangerang berharap betul proses belanja ini dapat berjalan dengan sebaik-baiknya. |
|
|
Opini
|
|
Kamis, 16 Maret 2006
| Ditulis oleh Administrator
| 1622 Klik
|
Budi Usman, Direktur Eksekutif komunike Tangerang Utara
Quo Vadis PKS Banten
|
|
|
|
Partai keadilan sejahtera (PKS) sekarang menjadi partai fenomenal yang semakin diperhitungkan dalam kancah perpolitikan daerah dan nasional. Meskipun pada Pemilu 2005 yang lalu PKS berada pada ‘’papan tengah’’ bersama-sama dengan Partai Demokrat, PAN, PPP, dan PKB; sedangkan ‘’papan atas’’ diduduki oleh Partai Golkar dan Partai PDIP, banyak pengamat yang meramal PKS akan melompat ke ‘’papan atas’’ untuk menyaingi Golkar pada Pemilu 2009 mendatang. Peranan PKS di bidang politik dan pemerintahan pun tidak kecil. Politik santun, anti korupsi dan anti permainan kotor, pengontrol pemerintah yang garang, adalah di antara citra yang dilekatkan pada PKS secara umum, meskipun terdapat kekurangan di sana-sini. |
|
|
Opini
|
|
Selasa, 14 Pebruari 2006
| Ditulis oleh Administrator
| 1342 Klik
|
Mewaspadai Lonjakan Angka Kemiskinan
|
|
|
|
Jika pemerintah memberikan Bantuan Likuiditas Tunai (BLT) kepada 15,5 juta kepala keluarga,dan jika diasumsikan 1 keluarga terdiri dari 4 angggota keluarga maka jumlah keluarga miskin menyusul kebijakan kenaikan harga BBM adalah 62 juta jiwa. Inipun dengan standar tingkat kemiskinan sekitar Rp 150 ribu per bulan. Khusus untuk Banten angka kemiskinannya menurut BPS sebesar 855.800 jiwa, sedangkan menurut BKKBN angka kemiskinan di Banten mencapai 1,4 juta jiwa atau sekitar 25 persen dari jumlah penduduk (data diambil dari Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi Banten 2006). Sayangnya Pemerintah Provinsi kurang peduli dengan situasi ini. |
|
|
Opini
|
|
Kamis, 09 Pebruari 2006
| Ditulis oleh Administrator
| 1230 Klik
|
Mengapa Hidup Makin Susah Saja?
|
|
|
|
AMIR seorang buruh pabrik baru saja menerima surat PHK dengan pesangon 1 kali gaji. Ia biasanya bekerja di pabrik sepatu di Tangerang dengan gaji sebesar UMR atau sekitar Rp 690 ribu sebulan. Amir telah berkeluarga dan memiliki 2 orang anak, istrinya sebagai ibu rumah tangga. Kalau selama ini Amir dan keluarganya hidup cukup dengan pas-pasan, dengan mengontrak rumah petak Rp 250 ribu sebulan, belanja harian ala kadarnya, tahu-tempe, atau ikan asin sebagai lauk nasi, kadang makan 3 kali sehari kadang 2 kali. Beruntung anak-anaknya belum sekolah, sehingga tidak memakan biaya sekolah. Kini ia bukan hanya hidup pas-pasan, tetapi jauh di bawah pas-pasan alias tidak berpenghasilan, dan jadilah ia pengangguran ke 11,584,001. Sayangnya ia tidak terdaftar sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah. Bingung tidak kepalang, "kemana harus pergi, sementara pekerjaan susah dicari". |
|
| | << Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Selanjutnya > Akhir >>
| | Hasil 85 - 96 dari 97 | |
|